Submitted by meilia on
PANGKALPINANG – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri, secara resmi membuka kegiatan Training of Trainer (TOT) Implementasi Pendidikan Inklusi Sub Kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Bidang Pendidikan yang digelar di Ruang Pertemuan Balai Teknologi Informasi, Komunikasi dan Pendidikan, Senin (2/3/2026).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 154 peserta yang terdiri dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA dan SMK se-Bangka Belitung, Koordinator Pengawas SMA, Pengawas SMK, serta Terapis UPTD Inklusi Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam sambutannya, Saipul Bakhri menyampaikan apresiasi terhadap ide dan gagasan UPTD Pendidikan Inklusi yang dinilai inovatif melalui pelaksanaan planning of trainer guna memperkuat pendampingan anak inklusi di sekolah reguler.
“Anak inklusi bukan anak yang terbatas. Mereka memiliki potensi dan kompetensi yang dapat terus ditingkatkan bahkan melejit, jika mendapatkan pendampingan yang tepat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan akan mendukung penuh program-program UPTD Pendidikan Inklusi, termasuk rencana pengadaan mobil layanan pendidikan inklusi. Mobil tersebut nantinya akan digunakan untuk menjangkau kabupaten/kota yang lokasinya jauh atau belum tersentuh layanan UPTD Inklusi, sekaligus mendukung pelaksanaan terapi dan pendampingan secara langsung di daerah.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan informasi mengenai Sekolah Garuda yang telah membuka pendaftaran untuk jenjang SMP dengan persyaratan nilai rapor minimal 85 pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris dari semester 1 sampai semester 5. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, tidak menutup kemungkinan guru-guru akan diambil dari satuan pendidikan lainnya sesuai kebutuhan.
Saipul Bakhri juga menegaskan bahwa program disabilitas merupakan bagian dari program nasional yang telah masuk dalam RPJMD daerah. Dengan demikian, penguatan pendidikan inklusi menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah yang selaras dengan kebijakan nasional, termasuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Melalui kegiatan TOT ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan dan penggerak di satuan pendidikan masing-masing dalam menyosialisasikan serta mengadvokasi kebijakan pendidikan, khususnya penguatan layanan pendidikan inklusif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
