PANGKALPINANG, Sebanyak 30 peserta Program Calon Kepala Sekolah (CBKS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dengan hasil yang membanggakan. Penutupan Pelatihan Calon Bakal Kepala Sekolah (CBKS) dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri, didamping Kepala KGTK Provinsi Kepulauan Bangma Belitung, dan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, di ruang pertemuan Belitong Resort, Pangkalpinang, Rabu (1/7/2026).
Dalam sambutannya, Saipul Bakhri menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan selama sepuluh hari dengan disiplin, lancar, dan penuh semangat.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas kolaborasi Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Dinas Pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Bangka Belitung.
"Posisi kepala sekolah merupakan jabatan yang sangat strategis dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Karena itu, seorang kepala sekolah harus memiliki kompetensi dan mental yang kuat. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang dinyatakan lulus. Semoga Bapak dan Ibu yang nantinya mendapat amanah menjadi kepala sekolah dapat menjalankan tugas dengan baik, menjaga integritas, dan membawa kemajuan bagi sekolah masing-masing," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai KGTK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edward, menyampaikan bahwa seluruh peserta telah melewati berbagai tahapan seleksi dan berhasil menunaikan seluruh kewajiban sebagai calon kepala sekolah. Seluruh modul pembelajaran telah diselesaikan dengan jadwal yang padat, disertai penilaian terhadap aktivitas pembelajaran, kedisiplinan, serta kepatuhan peserta dalam memenuhi seluruh tugas yang diberikan.
Edward juga mengingatkan bahwa sertifikat calon kepala sekolah memiliki masa berlaku. Apabila belum diangkat menjadi kepala sekolah dalam jangka waktu tertentu, sertifikat tersebut dapat kedaluwarsa. Namun, apabila telah diangkat menjadi kepala sekolah, sertifikat tetap berlaku selama menjalankan masa jabatan sesuai ketentuan.
Ia berharap para peserta mampu mengekspresikan ide, gagasan, dan kepemimpinan inovatif di satuan pendidikan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Harun menyampaikan bahwa proses seleksi diikuti oleh 121 peserta pada tahap seleksi administrasi. Selanjutnya, sebanyak 121 peserta ditambah 46 peserta dari jalur Kepala Sekolah mengikuti asesmen. Dari hasil tersebut, diperoleh 61 peserta berhak mengikuti seleksi substansi dan akhirnya terpilih 30 peserta yang mengikuti orientasi.
Selama pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta mengikuti rangkaian pembelajaran dengan aman, tertib, dan tidak ada peserta yang mengalami gangguan kesehatan. Penilaian dilakukan secara menyeluruh mulai dari pre-test, post-test, penyelesaian modul, tugas individu, hingga kunjungan ke sekolah, yang seluruhnya diakumulasi secara otomatis melalui sistem.
Berdasarkan hasil penilaian tersebut, seluruh peserta dinyatakan lulus. Sebanyak 85 persen memperoleh predikat Sangat Memuaskan, sedangkan 15 persen lainnya memperoleh predikat Memuaskan. Hasil pre-test sampai post-test juga menunjukkan peningkatan kompetensi peserta hingga mencapai sekitar 70 persen.
Kabid GTK, Harun, turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para narasumber, mentor, fasilitator, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Menurutnya, berbagai materi dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan oleh para peserta di sekolah masing-masing. Peserta yang telah dinyatakan lulus akan menerima sertifikat dan selanjutnya dipersiapkan untuk penempatan sesuai kebutuhan.
Mewakili peserta, Nuraini, Kepala SMA Negeri 1 Gantung, Kabupaten Belitung, mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga sekaligus mengubah cara pandangnya tentang kepemimpinan sekolah.
"Pelatihan ini membuat kami memahami bahwa kepala sekolah bukan hanya pemimpin administrasi, tetapi juga pemimpin pembelajaran, penggerak perubahan, pembangun budaya sekolah, dan pemimpin kolaborasi. Kami juga belajar mengambil keputusan berdasarkan data, membangun kemitraan, serta meningkatkan kualitas pembelajaran bagi guru," ungkapnya.
Ia menambahkan, sebagai peserta satu-satunya yang berasal dari Pulau Belitung, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat rasa kekeluargaan antarpeserta. Meskipun menghadapi jadwal yang padat, banyak tugas, diskusi, dan tantangan, seluruh proses justru menjadi pengalaman berharga yang memperkaya kompetensi kepemimpinan mereka.