PANGKALPINANG – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri, memimpin rapat koordinasi bersama pejabat eselon III dan IV, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, II, III, IV, dan V, Kepala Balai Teknologi Informasi, Komunikasi dan Pendidikan (BTIKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,Kamis(9/7/2026).
Rapat koordinasi tersebut membahas penguatan tata kelola dan implementasi manajemen risiko di lingkungan Dinas Pendidikan sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Saipul Bakhri menjelaskan bahwa manajemen risiko merupakan proses yang sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mengendalikan berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Melalui penerapan manajemen risiko, setiap potensi hambatan dapat diantisipasi sejak dini sehingga dampak negatif dapat diminimalkan, sekaligus membuka peluang bagi peningkatan kinerja organisasi.
Menurutnya, penerapan manajemen risiko memberikan banyak manfaat, di antaranya mengurangi potensi kerugian, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, mengidentifikasi peluang pengembangan organisasi, meningkatkan efisiensi operasional, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, meningkatkan aspek keselamatan, serta memperkuat reputasi organisasi.
"Manajemen risiko bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi, tetapi menjadi budaya kerja yang harus diterapkan oleh seluruh jajaran agar setiap program dan kegiatan dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan akuntabel," ujar Saipul.
Ia juga menyampaikan bahwa implementasi manajemen risiko di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dimonitor oleh Inspektorat Daerah melalui aplikasi SIMENTARI (Sistem Informasi Manajemen Risiko Terintegrasi).
Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat tata kelola dan implementasi manajemen risiko yang terintegrasi, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong seluruh pejabat eselon III dan IV yang belum memiliki Sertifikat Manajemen Risiko untuk mengikuti ujian sertifikasi secara mandiri. Selain itu, diselenggarakan pula Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan aplikasi SIMENTARI guna meningkatkan pemahaman dan kompetensi aparatur dalam penerapan manajemen risiko di lingkungan Dinas Pendidikan.