PANGKALPINANG – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atas komitmennya menjadi mitra strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menyukseskan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 dan 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 sekaligus penyerahan bantuan revitalisasi Tahun 2026 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menteri juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang dan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa pada Tahun 2025 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperoleh alokasi anggaran revitalisasi sebesar Rp99,3 miliar untuk 101 satuan pendidikan.
Sementara itu, untuk Tahun 2026, alokasi bantuan revitalisasi yang masih dalam tahap verifikasi dan validasi mencapai Rp44,38 miliar bagi 49 satuan pendidikan. Jumlah tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring proses penetapan sekolah penerima bantuan yang masih berlangsung.
Secara nasional, pemerintah juga berencana menambah sekitar 60 ribu satuan pendidikan penerima bantuan sehingga total sekolah yang akan direvitalisasi mencapai 71 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Menurut Abdul Mu'ti, program revitalisasi merupakan bagian dari komitmen Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Ketersediaan sarana dan prasarana yang layak menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Selain revitalisasi, pemerintah juga terus mempercepat program digitalisasi pendidikan. Sepanjang Tahun 2025, Kementerian telah mendistribusikan 288.865 Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Pada Tahun 2026, pemerintah akan menambah tiga unit IFP untuk setiap satuan pendidikan dengan total sekitar 800 ribu unit secara nasional.
Untuk mendukung pemanfaatan perangkat tersebut, Kementerian bekerja sama dengan PLN dalam penyediaan tambahan daya listrik di sekolah tanpa biaya. Adapun biaya operasional penggunaan IFP dapat memanfaatkan Dana BOS sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi sekolah yang belum memiliki akses internet, pemerintah akan menyediakan dukungan jaringan agar proses pembelajaran digital dapat berjalan optimal. Materi pembelajaran dapat diakses melalui platform Rumah Pendidikan maupun dikembangkan sendiri oleh para guru. Berdasarkan hasil pemantauan, penggunaan teknologi digital terbukti meningkatkan kualitas pembelajaran, motivasi belajar peserta didik, serta menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif.
Dibidang peningkatan kualitas tenaga pendidik, Kementerian mengalokasikan bantuan bagi 155 ribu guru untuk melanjutkan pendidikan S-1 melalui sistem RTL yang disediakan beasiswa masing-masing guru sebesar Rp 3 juta per semester.
Selain itu, pemerintah juga menyelenggarakan lima program pelatihan prioritas bagi guru, yaitu pelatihan Deep Learning, Bimbingan dan Konseling, Bahasa Inggris, STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), serta Artificial Intelligence (AI) dan Coding. Pelatihan ini dalam rangka peningkatan kompetensi akademik dan pedagogik para guru.
Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa mulai Tahun 2027 mata pelajaran Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi peserta didik kelas III Sekolah Dasar. Sementara itu, mata pelajaran Coding yang saat ini masih bersifat pilihan akan diarahkan menjadi mata pelajaran wajib bersama AI mulai kelas V SD setelah kebutuhan guru terpenuhi.
Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui bantuan pembangunan jaringan listrik tenaga surya bagi sekolah yang belum terjangkau listrik.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyebut Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu dari 20 provinsi yang menjadi mitra pelaksanaan program pendidikan jarak jauh sebagai upaya memperluas akses pendidikan berkualitas.
Selain peningkatan sarana dan kompetensi guru, Kementerian juga terus memperkuat pendidikan karakter melalui implementasi program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, serta pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun 2026.
MPLS akan dilaksanakan selama lima hari dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, ramah anak, bebas dari perundungan maupun kekerasan, serta diisi berbagai kegiatan pengembangan bakat, minat, dan penguatan karakter peserta didik.
"Melalui berbagai program tersebut, kami berharap dapat mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua sebagai bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul," tutup Abdul Mu'ti.
Sementara, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Agus Suryadi, mewakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menegaskan bahwa program revitalisasi pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan dan perbaikan fisik sekolah, tetapi juga menjadi upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi guru, serta membangun karakter peserta didik agar mampu menghadapi tantangan masa depan.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program strategis Pemerintah Pusat guna mewujudkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan.
Ia mengungkapkan, bantuan revitalisasi yang diterima Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi penyemangat dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di daerah Bangka Belitung. Pada Tahun 2025, sebanyak 81 sekolah menerima bantuan revitalisasi, sedangkan pada Tahun 2026 sebanyak 43 sekolah ditetapkan sebagai penerima bantuan.
Salah satu program strategis yang mendapat perhatian khusus adalah pembangunan SMA Negeri 5 Pangkalpinang, yang memperoleh bantuan lengkap berupa pembangunan gedung beserta sarana dan prasarana pendukungnya. Atas dukungan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah beserta seluruh jajaran Kementerian atas komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan di Bangka Belitung.
Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang yang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan SMA Negeri 5 Pangkalpinang. Menurutnya, sekolah tersebut menjadi satu-satunya unit sekolah baru di Indonesia yang pada tahun ini memperoleh dukungan pembangunan secara lengkap, meliputi gedung beserta sarana dan prasarana pendidikannya.
Meskipun proses pembangunan masih berlangsung, SMA Negeri 5 Pangkalpinang telah mulai menerima peserta didik baru sebanyak tiga rombongan belajar pada Tahun Ajaran 2026/2027. Untuk sementara waktu, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di SMA Negeri 3 Pangkalpinang hingga pembangunan sekolah selesai.
Menutup sambutannya, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, berharap sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat sehingga pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan dapat terwujud secara berkelanjutan.
"Melalui kolaborasi yang kuat, kita berharap pendidikan di Kepulauan Bangka Belitung semakin maju dan mampu menjadi fondasi dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan peresmian revitalisasi satuan pendidikan di halaman SMP N 9 Pangkalpinang, Kamis siang (2/7/2026), Wakil Walikota Pangkalpinang, Bupati Bangka Tengah, Direktur Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung, serta para kepala SMA dan kepala SMK penerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 dan Tahun 2026.