PANGKALPINANG — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 5 Pangkalpinang di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Selasa (7/7/2026). Pembangunan sekolah tersebut menjadi langkah nyata Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam memperluas akses dan pemerataan layanan pendidikan bagi masyarakat.

Pembangunan SMA Negeri 5 Pangkalpinang merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan ketersediaan sekolah menengah atas negeri di wilayah Kecamatan Gerunggang dan sekitarnya. Kehadiran sekolah baru ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri, mengatakan bahwa pembangunan SMA Negeri 5 Pangkalpinang merupakan jawaban atas harapan masyarakat yang telah menantikan kehadiran SMA negeri di kawasan tersebut selama kurang lebih empat tahun.

"Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen meningkatkan akses layanan pendidikan melalui pembangunan SMA Negeri 5 Pangkalpinang di Kecamatan Gerunggang," ujarnya.

Saipul menjelaskan, pada tahun ajaran 2026/2027 terdapat sebanyak 4.527 lulusan SMP/sederajat di Kota Pangkalpinang, sementara daya tampung SMA negeri masih terbatas. Untuk memastikan seluruh calon peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan, sebanyak 108 calon peserta didik akan mengikuti kegiatan belajar mengajar sementara di SMA Negeri 3 Pangkalpinang hingga pembangunan SMA Negeri 5 selesai.

Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan sekolah ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 6,7 Milyar, sedangkan lahan pembangunan merupakan hibah dari Pemerintah Kota Pangkalpinang sebesar 2 ha. Proses pembangunan ditargetkan selesai pada November 2026 sehingga kegiatan belajar mengajar siswa SMA N 5 Pangkalpinang di SMA N 3 Pangkalpinang dapat segera dipindahkan ke gedung baru.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan bahwa pembangunan SMA Negeri 5 Pangkalpinang merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan yang mudah dijangkau.

Menurutnya, pembangunan sekolah baru tidak hanya bertujuan memperluas akses pendidikan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Saya berharap ke depannya kita juga dapat membangun SMP negeri di wilayah Tuatunu karena kawasan ini merupakan daerah dengan jumlah penduduk yang cukup padat dan membutuhkan fasilitas pendidikan yang memadai," ujar Gubernur.

Gubernur juga mengajak camat, lurah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk terus memantau kondisi masyarakat dan memastikan seluruh anak usia sekolah tetap melanjutkan pendidikan tanpa terkendala akses.

Antusiasme masyarakat terhadap pembangunan SMA Negeri 5 Pangkalpinang turut disampaikan oleh Dina, warga Kelurahan Air Kepala Tujuh. Ia mengaku bersyukur karena harapan masyarakat untuk memiliki SMA negeri akhirnya dapat terwujud.

"Kami sebagai warga sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur Hidayat Arsani, Bapak Wali Kota, serta jajaran Dinas Pendidikan karena telah menghadirkan SMA Negeri 5 Pangkalpinang. Semoga sekolah ini menjadi sekolah yang maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Nel Oscar Kairan Zamriadi, lulusan SMP Negeri 9 Pangkalpinang yang akan menjadi calon peserta didik SMA Negeri 5 Pangkalpinang. Ia berharap sekolah tersebut dapat berkembang menjadi sekolah yang unggul dan berprestasi.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur atas perhatian terhadap dunia pendidikan. Semoga SMA Negeri 5 Pangkalpinang semakin maju, berkembang, dan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya," tuturnya.

Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar SMA Negeri 5 Pangkalpinang akan dilaksanakan sementara di SMA Negeri 3 Pangkalpinang. Pemerintah menargetkan pembangunan selesai dalam waktu sekitar empat bulan sehingga para peserta didik dapat segera menempati gedung sekolah yang baru.

Pembangunan SMA Negeri 5 Pangkalpinang diharapkan menjadi tonggak penting dalam pemerataan layanan pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata bagi seluruh masyarakat.