Dindik Babel Tingkatkan Kompetensi Guru SLB lewat Bimtek Bahasa Isyarat

PANGKALPINANG — Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakri, memberikan apresiasi kepada Bidang Pendidikan Khusus yang secara konsisten menghadirkan berbagai inovasi dalam upaya meningkatkan kompetensi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) maupun guru di sekolah inklusi.

Apresiasi tersebut disampaikan Saipul Bakri saat memberikan sambutan pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Bahasa Isyarat bagi Guru SLB yang digelar di Ruang Pertemuan Balitong Resort, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mendorong para guru agar lebih memahami kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam aspek komunikasi dan pemberian layanan pendidikan yang sesuai.

“Guru diharapkan lebih berupaya memahami apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh siswa berkebutuhan khusus, sehingga layanan pendidikan yang diberikan benar-benar optimal,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Saipul Bakri juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PT Parakerja Disabilitas Bisa atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan khusus di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Parakerja Disabilitas Bisa atas kontribusinya dalam membangun pendidikan khusus di Babel. 

Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” katanya.

Ia berharap, melalui pelatihan bahasa isyarat ini, para guru SLB dapat memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat. Mengingat, tidak semua guru memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan siswa di sekolah khusus maupun sekolah inklusi.

“Tidak semua guru memiliki dasar yang sama dalam menangani siswa berkebutuhan khusus.

Oleh karena itu, pembekalan seperti ini sangat penting agar layanan pendidikan yang diberikan dapat maksimal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Saipul Bakri menegaskan bahwa siswa berkebutuhan khusus tidak boleh dibeda-bedakan dan harus mendapatkan hak pendidikan yang setara dengan anak-anak lainnya.

“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti bimtek ini dengan sebaik-baiknya sebagai bekal dalam proses pembelajaran, khususnya bagi siswa yang memerlukan bahasa isyarat. Ilmu yang diperoleh melalui bimtek ini diharapkan dapat dibagikan kepada guru-guru lainnya dan diterapkan dalam pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus,” tutupnya.

Bimtek ini menghadirkan narasumber dari PT Parakerja Disabilitas Bisa dan diikuti oleh 20 guru SLB se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penulis: 
Meilia Puspianti
Sumber: 
Dinas Pendidikan Prov. Kep. Bangka Belitung